Bali belum aman setelah tertangkapnya GHASEEM SABERI GILCHALAN agent intelejen Iran di Kementerian Intelijen Republik Islam Iran (MOIS) yang tertangkap di Bandara Sorkarno Hatta karena membawa 2 pasport dan beberapa handphone. Hampir 12 tahun di Bali tidak ada yang mengetahui bahwa dirinya adalah agent asing. Sebagaimana diketahui sangat banyak wisatawan asing masuk Bali khususnya Rusia dan Ukraina yang saat ini mulai menjamur dan menggurita di Bali. Adanya kelompok ekslusif diantara mereka memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah ada spionase asing di Bali setelah tertangkapnya spionase Iran.
Bali sebagai destinasi wisata keindahan memang cukup ramai dikunjungi oleh beberapa turis baik domestik dan mancanegara. Namun keberadaan turis asing ternyata tidak selalu berdampak manis. Agent Iran yang tinggal dan usaha di Bali merupakan bukti nyata bahwa ada aksi spionase di Indonesia, khususnya yang masuk ke Bali. Tidak dapat dipungkiri semakin tingginya turis asing yang masuk dan kemudahan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia membuat mereka betah di Indonesia. Mirisnya beberapa dari mereka mendirikan usaha baik persewaan villa, kendaraan yang dikhususkan untuk komunitas mereka. Hal tersebut membuat mereka cukup ekslusif sehingga pemantauan yang dilakukan oleh petugas dan aparat penegak hukum.